Tugas 3 Perekonomian Indonesia



Peran perdagangan luar negeri (perdagangan internasional) di Indonesia.


Saat ini, perekonomian dunia sedang diguncang akan kekuranganya kebutuhan hidup warga negaranya  baik kebutuhan primer maupun sekunder. Sehingga negara-negara yang ada didunia memutuskan untuk membuat sebuah organisasi yang mana organisasi tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama antara negara yang satu dengan negara lainnya. Organisasi ini dibentuk bertujuan untuk menanggani masalah dibidang keuangan, bidang perdagangan, bidang perburuhan, bidang politik, dan dibidang sosial budaya. Dan wilayah Asia Teggara merupakan salah satu contoh wilayah (region) yang telah membuka sebuah organisasi yang mana organisasi tersebut  dinamakan ASEAN (Association of South East Asian Nation). ASEAN merupakan sebuah organisasi yang bertujuan mengukuhkan kerja sama baik dalam perekonomian, politik, keamanan. 
      A.    Pengertian Perdagangan Luar Negeri (Perdagangan Internasional)
Perdagangan luar negeri (perdagangan internasional) adalah suatu kegiatan ekonomi yang dilakukan melalui pertukaran baik barang maupun jasa antara satu negara dengan negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

      B.     Tujuan Perdagangan Luar Negeri 
             ·   Membebaskan bangsa-bangsa dunia dari kemiskinan, kelaparan , dan kebodohan 
             ·   Membebaskan bangsa dari keterbelakangan ekonomi 
             ·   Memajukan perdagangan 
             ·   Memajukan pembangunan di negara-negara yang sedang berkembang.

      C.    Jenis-jenis perdagangan inernasional
1.    Ekspor
·      Ekspor biasa
Pengiriman barang keluar negeri yang sesuai dengan peraturan yang berlaku yang  mempergunakan L/C sesuai dengan ketentuan devisa

·      Ekspor tanpa L/C
Pengiriman barang keluar negeri yang dapat dilakukan tanpa menggunakan L/C, dan  harus ada ijin khusus dari departemen perdagangan.

2. Barter : Pengiriman barang ke luar negeri untuk ditukarkan langsung dengan barang dibutuhkan dalam negeri. Didalam barter, terdapat beberapa jenis barter diantaranya:
·     Direct barter, merupakan sebuah sistem pertukaran barang dengan menggunakan alat penentu nilai (denominator of value)
·    Switcth barter, merupakan sebuah sistem yang dapat diterapkan bilamana salah satu pihak tidak mungkin memanfaatkan sendiri barang yang diterimanya dari pertukaran tersebut.
·      Counter purchase, merupakan suatu sistem perdagangan timbal balik antara 2 negara.
·      Buy back barter, merupakan sebuah sistem penerapan ahli teknologi dari suatu negara maju kepada negara berkembang dengan cara membantu menciptakan tingkat produksi di negara berkembang.

3.    Konsinyasi (Consignment) : Pengiriman barang dimana belum ada pembeli yang tentu di    LN dan perdagangan ini dapat dilaksanakan melalui Pasar Bebas (Free Market) atau Bursa Dagang  (Commodites Exchange) dengan cara dilelang.

4.    Penyelundupan : suatu usaha yang bertujuan memindahkan kekayaan dari satu negara ke     negara lain tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku.    
                                                         
      D.    Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional
Didalam sebuah kerja sama terdapat beberapa faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional diantaranya sebagai berikut:
1.   Suatu negara tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, hampir setiap negara tidak
    ada yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Dan negara yang kuat akan ekonominya
    pun harus tetap mengimpor barang dan jasa dari negara lain guna memenuhi kebutuhan
    negaranya.

2.   Perbedaan selera masyarakat dan permintaan, setiap warganegara memanglah
mempunyai selera yang berbeda-beda. Misalnya orang Australia lebih senang makan
ikan daripada daging sapi, sedangkan orang Indonesia lebih senang makan daging sapi
daripada ikan. Hal ini menyebabkan Indonesia dan Australia saling bertukaran barang
guna memenuhi kebutuhan pangannya dengan cara Indonesia mengekspor ikan ke
Autralia dan Australia mengekspor daging sapi ke Indonesia.

3.   Perbedaan social dan budaya, terkadang perbedaan kebudayaan antara negara yang
satu dengan negara lainnya menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya perdagangan
internasional. Misalnya, kebudayaan Indonesia terkenal dengan kesenian khususnya
dibidang seni pahat, dapat menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor kerajian
ukiran.

4.   Perbedaan SDA, keadaan alam dan letak geografis suatu negara akan mempengaruhi
kekhasan produk yang dibuat oleh negara yang bersangkutan. Indonesia merupakan
salah satu negara yang kaya dengan SDA nya. Saat ini, Indonesia dijadikan sebagai
negara pengekspor hasil alam seperti: kayu, karet, hasi laut dan produk lainnya.

5.   Perbedaan SDM, saat ini kemampuan intelektual penduduk suatu negara sangatlah
dibutuhkan guna mempengaruhi terhadap jenis dan kualitas suatu barang dan jasa dalam
menigkatkan pertumbuhan ekonomi. Dan kini tibalah saat nya untuk pemerintahan suatu
negara ikutserta dalam mencipakan sebuah generasi penerus negara yang mampu
bersaing dengan negara lain dalam menciptakan sebuah produk yang kreatif dan
inovatif.

6.   Perbedaan teknologi, seiring berkembangnya teknologi banyak negara yang berlomba-
Lomba dalam menciptakan sebuah teknologi yang teramat canggih sehingga kelebihan
Kemampuan teknologi tersebut diharapkan mampu terus menciptakan sebuah terobosan
baru dan produk- produk yang lebih canggih. Namun sayangnya saat ini, hanya negara
jepang saja yang selalu berinovasi dalam pembuatan mobil. Sedangkan Indoensia belum
mampu untuk melakukan hal yang sama. Maka dari itu,Indonesia  sangatlah lebih efisien
untuk mendatangkan (impor) mobil dari Jepang daripada membuat mobil yang
kualitasnya sama.

7.   Perbedaan biaya produksi, perdagangan internasional juga bisa terjadi apabila suatu
negara mampu memproduksi barang dengan biaya produksi lebih rendah dari negara
lain sehingga suatu negara akan memperoleh keuntungan apabila negara tersebut
memproduksi dan mengekspor barang kenegara lain.

E.     Contoh perdagangan internasional

1.    Dalam bentuk barang
        Ditengah lesunya ekspor nasional dan masih berlangsungnya krisis ekonomi di negara-negara Eropa, kini komoditas kopi mampu meningkatkan ekspor lebih dari 20 persen,dibandingkan tahun 2011. Ditahun 2011,ekspor kopi sebesar 352.000 ton dan pada tahun 2012 naik menjadi 425.000 ton dengan nilai sekitar 1,2 miliar dollar AS. Saat ini kopi Indonesia masih sangat dibutuhkan oleh konsumen didunia. Peluang tersebut perlu ditindaklanjuti dengan mempercepat perluasan areal tanam, terutama untuk kopi seperti Aceh, Sumatra Utara, Lampung, Flores, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Bali, Sulawesi, dan Papua.
        Tidak hanya itu upaya lain dengan melakukan peremajaan tanaman sebagai salah satu upaya yang paling strategis guna menjamin stabilitas pasokan produksi kopi di Indonesia. Adapun faktor lain pendongkraknya ekspor kopi, antara lain bertumbuhnya negara konsumen baru seperti : Rusia, Eropa Timur, Asia dan China mencapai 35 persen. Bahkan menurut data Internasional Coffee Organization (ICO), sejak tahun 2010 trend peningkatan konsumsi kopi dunia sebesar 2,5 persen per tahun sehingga pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 165 juta hingga 171 karung akan mengalami defisit.

2.    Dalam bentuk jasa
Sistem pekerja outsourcing yag kini diterapkan banyak perusahaan dinilai menyengsarakan dan merugikan para pekerja. Oleh sebab itu, pemerintah akan menghapus sistem outsourcing. Pola outsourcing dalam kontrak tenaga kerja yang bertentangan dengan peraturan yang ada.



Reff:
·      Geminastiti, Kinanti dan Nella Nurlita. 2015. Buku Siswa Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII Kelompok Perminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Bandung: YRAMA WIDYA.
·      Pujoalwanto, Basuki. 2014. Perekonomian Indonesia Tinjauan Historis, Teoritis, dan Empiris. Yogyakarta: Graha Ilmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kode Etik Akuntan Publik dan Prinsip Dasar Etika Profesi

ANALISIS SWOT (KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG DAN ANCAMAN) KOPERASI INDONESIA

Topologi Jaringan