Sesuaikah Jabatan Para Menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 dengan Latar Belakang Pendidikan dan Jenjang Kariernya
Sumber: news.detik.com
Saat ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan secara resmi menteri-menteri yang akan membantunya di kabinet. Kabinet ini diberi nama Kabinet Indonesia Maju.Perkenalan ini berlangsung di tangga veranda Istana Merdeka, Jakarta
Pusat, Rabu (23/10/2019). Jokowi dan para calon menteri duduk lesehan. Berikut susunan lengkap Kabinet Indonesia Maju, periode 2019-2024 :
1. Jaksa Agung: Burhanudin
Burhanudin (lahir di Cirebon, 17
Juli 1954). Burhanuddin merupakan lulusan Ilmu Hukum Universitas Diponegoro
(1983) Pendidikan pembentukan jaksa (1991) Pendidikan korupsi (1992) Pendidikan
wira intelijen (1993) Pendidikan Penyelundupan (1994) Pendidikan administrasi
perkara TP umum (1995) Pendidikan peradilan TUN (1995) Pendidikan hak atas
kekayaan intelektual (1996) Pendidikan spama (1996) Magister Manajemen
Universitas Indonesia (2001) Pendidikan kepemimpinan tingkat 1 (2003) Doktor
Satyagama, Jakarta (2006) Pendidikan kepemimpinan tingkat 2 (2008).
Dari Jenjang karier yaitu pernah
menjadi Staf Kejaksaan Tinggi Negeri Jambi (1989) Kepala Kejaksaan Negeri B
Kejari Bangko Jambi (1999-2001) Kepala Kejaksaan Negeri A Kejari Cilacap
(2003-2004) Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Jampidsus (2007-2008) Kejaksaan
Tinggi Kejati Maluku Utara (2008-2009) Inspektur V Jaksa Agung Muda (JAM)
Pengawasan (2009) Kepala Kejaksaan Tinggi Kejati Sulawesi Selatan (2010-2011)
Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung RI (2011-2014)
Komisaris Utama PT Hutama Karya (2015-2019) Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi
(Wakajati) Aceh Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Aspidum
Kejati) Jambi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Aspidsus Kejati)
NAD Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Aswas Kejati) Jawa Barat. Dengan
penghargaan yang pernah dicapai yaitu Satyalancana Karya Satya X dari Presiden
RI (1998) Satyalancana Karya Satya XX dari Presiden RI (2007).
Dari segi jenjang karier dan
pendidikan serta penghargaan yang dicapai, ST Burhanuddin dapat dikatakan
sesuai. Melihat segala pengalaman yang pernah beliau lakukan, diharapkan dapat
mengemban tugas dan wewenangnya secara adil dan bertanggung jawab.
2. Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM): Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia (lahir di
Banda, Maluku Utara, 7 Agustus 1976)., Bahlil merupakan lulusan Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua dengan jenjang karier sebagai Ketua
Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) (2015-2019).
Dari segi jenjang karier dan
pendidikan, Bahlil Lahadalia dapat dikatakan sesuai. Dengan pengalamannya
sebagai dibidang himpunan pengusaha muda Indonesia, diharapakan dapat mendorong
kinerja kegiatan dalam bidang koordinasi dan penanaman modal.
3. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Pramono
Anung (lahir di Kediri, 11 Juni 1963). Pramono merupakan
lulusan Magister Manajemen UGM (1990-1992) Doktor Ilmu Komunikasi Unpad
(2010-2013) dengan jenjang karier sebagai Wakil Ketua DPR RI (2009-2014)
Menteri Sekretaris Kabinet Kabinet Kerja (2015-2019).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Pramono Agung dapat dikatakan sesuai. Mengingat
pengalaman beliau terdahulu yang pernah menjabat sebagai mensek cabinet kerja,
diharapkan dapat meneruskan program kerjanya dan meningkatkan kinerjanya pada
periode saat ini.
4. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Moeldoko (lahir di Kediri, 8 Juli 1957). Moeldoko
merupakan lulusan S-3 Falkultas Administrasi Negara, Universitas Indonesia,
Jakarta, 2014 dengan jenjang karier yaitu sebagai Panglima TNI (2013-2015)
Kepala Staf Kepresidenan (2018).
Dari jenjang
karier dan pendidikan, Moeldoko dapat dikatakan sesuai. Mengingat jabatannya
terdahulu sebagai staf kepresidenan, diharpakan dapat meningkatkan kinerjanya
pada jabatan saat ini.
5.
Menteri Pemuda dan
Olahraga: Zainudin Amali
Zainudin Amali (lahir di Gorontalo, 16 Maret 1962). Zainudin
merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi pada tahun 1992. Salah satu
jenjang karier yang pernah ia tempati adalah sebagai sekertariat jendral partai
Golkar pada tahun 2014-2015.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan Zainudin Amali belum dapat dikatakan sesuai.
Zainudin tidak memiliki atau pernah menapaki jenjang karier di dunia olahraga.
Selain itu, Zaiudin merupakan salah satu dari 4 menteri Jokowi yang pernah
diperiksa oleh KPK.
6.
Menristek : Bambang
Brodjonegoro
Prof.
Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. (lahir
di Jakarta, 3 Oktober 1966). Ia adalah lulusan Ph.D. (Tata
Wilayah dan Perkotaan), Bidang Studi: Ilmu Regional dan Ekonomi Pembangunan
dari University of Illinois at Urbana-Champaign, 1993 – 1997; M.U.P. (Tata
Kota), Bidang Studi: Tata Transportasi & Ekonomi Pembangunan dari
University of Illinois at Urbana-Champaign, 1991 – 1993; S.E., Bidang Studi:
Ekonomi Pembangunan & Ekonomi Regional dari Universitas Indonesia, Jakarta,
1985 – 1990.
Dari sefi
jenjang karier, ia pernah menjadi Komisionaris Independen, PT PLN, Anggota Tim
Penasihat Independen, Asia Bond Fund, PT Bahana TCW Investment, ia juga pernah
menjadi Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet
Indonesia Bersatu II, Menteri Keuangan Indonesia ke-29 (27 Oktober
2014 – 27 Juli 2016), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional
Indonesia ke-13 (27 Juli 2016 – 20 Oktober 2019)
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Bambang Brodjonegoro dapat dikatakan sesuai.
Meskipun belum pernah berkecimpung dalam dunia teknologi, dengan segala pengalaman
dan prestasi yang ia dapatkan, diharapkan dapat membantu meningkatkan
pembangunan serta perencanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai menteri riset
dan teknologi.
7.
Menteri Menteri
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: I Gusti Ayu Bintang Darmawati
I Gusti Ayu
Bintang Darmawati (lahir di Denpasar, 24 November 1968), ia merupakan lulusan
Universitas Udayana, dengan riwayat pekerjaan sebagai Asisten II Bidang Ekonomi
dan Pembangunan Setda Kota Denpasar. Serta juga memilki riwayat organisasi
yaitu Ketua Bidang Organisasi Dewan Kerajinan Nasional (Dekarnas) Ketua Bidang
II Penggerak PPK Ketua Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga Besar Organisasi
Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja Ketua Pengurus Provinsi Persatuan
Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMS) Bali Kader Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan serta riwayat organisasi, I Gusti Ayu Bintang
Darmavati dapat dikatakan sesuai. Dengan segudang pengalaman di pekerjaan
maupun di organisasi, di harapkan ia dapat mengemban tugas dan kewajiban dengan
baik dan bertanggung jawab, serta memiliki kinerja yang bagus sebagai Menteri
PPPA.
8.
Menteri Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
Wishnutama
Kusubandio (lahir di Jayapura, 4 Mei 1970), latar belakang
Pendidikannya adalah lulusan dari Kooralbyn International School, Queensland,
Australia International School Singapore, Singapura Norwich University-The
Military College of Vermont, Navy ROTC, Amerika Serikat (AS) Jurusan Liberal
Arts, Mount Ida College, Boston, Amerika Serikat (AS) Communication, Emerson
College, Boston, Amerika Serikat (AS).
Dari segi
jenjang karier, ia pernah menjadi Production Manager di Indosiar, Direktur
Utama/CEO Trans 7, Direktur Utama Trans TV, Komisaris PT. Televisi Anak
Spacetoon, Presiden Direktur/CEO PT. Net Mediatama Televisi (NET.), Komisaris Kumparan.com,
dan Komisaris Utama NET. Serta juga pernah menjadi Creative Director (Sutradara
Kreatif) Ceremonies Asian Games 2018 (2016-2018).
9.
Menteri Koperasi
dan UKM: Teten Masduki
Teten
Masduki (lahir di Garut, 6 Maret 1962). Teten merupakan lulusan IKIP Bandung
(1987) dan Kursus Kepemimpinan LSM di Eltaller, Tunisa (1989) dengan jenjang
karier yaitu sebagai ketua ICW (1998-2008) dan Kepala staf kepresidenan
(2015-2018).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Teten Masduki dapat dikatakan mendekati sesuai.
Dengan memiliki ilmu dalam dunia LSM dan jenjang karier sebagai ketua ICW
diharapkan dapat menambah kualitas kinerjanya dalam bidang kekoperasian dan
umk.
10.
Menteri BUMN: Erick
Thohir
Erick
Thohir, B.A., M.B.A. (lahir di Jakarta, 30 Mei 1970).
Erick lulus program Master untuk Bisnis Administrasi (Master of Business
Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat.
Sebelumnya memperoleh gelar sarjana (Bachelor of Arts) dari Glendale
University. Dari segi Karier, Erick adalah pendiri dan Komisaris Utama Mahaka
Group (1992-sekarang) dan Direktur Utama ANTV (2014-sekarang).
Erick
dikenal sebagai salah satu pengusaha Indonesia yang gemar berinvestasi dengan
membeli saham perusahaan sepak bola luar negeri. Erick menjadi Ketua Panitia
Pelaksana atau INASGOC Asian Games. Ia juga sukses jadi Tim Kampanye Nasional
(TKN) Jokowi-Ma’ruf.
Dari segi
Pendidikan dan karir, Erick dikatakan sesuai, karena Erick memiliki kemampuan
manajemen yang baik yaitu dibuktikan dengan berhasil bekerja lintas sektor saat
sebagai Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018 sehingga cocok untuk
mengatur manajemen di Kementerian BUMN.
11. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(PAN-RB): Tjahjo Kumolo
Tjahjo
Kumolo, SH, (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1
Desember 1957). Tjahjo Kumolo merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas
Diponegoro (Undip), Semarang (1985) dengan pendidikan khusus Kursus Singkat
Angkatan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta (1994). Jenjang
karier yang pernah ia tempati adalah sebagai menteri dalam Negeri (2014-2019).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Thahjo Kumolo dapat dikatakan sesuai. Pernah
berkecimpung dan mengemban tugas sebagai menteri dalam negeri, diharapkan mampu
meningkatkan kinerjanya sebagai menteri Pan-Rb.
12. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala
Bappenas: Suharso Monoarfa
Suharso Monoarfa (lahir
di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 31 Oktober 1954) dengan riwayat pendidikan
yaitu dari Akademi Geologi dan pertambangan, Bandung (1973). Fakultas
Planologi, Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat (1974-1978). EDP University
of Michigan (1994). Dari jenjang karier, ia pernah menjadi Anggota Dewan
Pertimbangan Presiden (2015-2019) dan Plt. Ketua Umum Partai Persatuan
Pembangunan (2019-sekarang).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Suharso Monoarfa dapat dikatakan sesuai. Dengan
segala pengalamannya dalam bidang persatuan dan pembangunan diharapkan dapat
mendorong peningkatan kinerja jabatannya saat ini.
13. Menteri Agraria Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan
Nasional (BPN): Sofyan Djalil
Dr. Sofyan
A. Djalil, S.H., M.A., M.ALD. (lahir di Aceh 23 September 1953).
Sofyan meraih gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia di
tahun 1984. Ia juga pernah meraih gelar Master of Arts dari The Graduate School
of Arts and Sciences, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika
Serikat, bidang studi Public Policy, tahun 1989. Sofyan juga meraih gelar
Master of Arts in Law and Diplomacy (M.A.L.D.) di tahun 1991 dan Doctor of
Philosophy (Ph.D) di tahun 1993 dari Tufts University, AS.
Dari segi
jenjang karier, ia pernah menjabat sebagai sebagai Menteri Komunikasi
dan Informatika (21 Oktober 2004 – 9 Mei 2007), juga Menteri Negara Badan
Usaha Milik Negara Indonesia pada kabinet yang sama yaitu
Kabinet Indonesia Bersatu (9 Mei 2007 – 20 Oktober 2009). Pada 26
Oktober 2014 – 12 Agustus 2015, ia dipilih menjadi Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia di Kabinet Kerja Periode
2014-2019 oleh Presiden Jokowi, selanjutnya ia digantikan dan
menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia atau
Kepala Bapennas dari tanggal 12 Agustus 2015 – 27
Juli 2016 pada Kabinet Kerja
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Sofyan Djalil dapat dikatakan sesuai. Di tahun
sebelumnya, Sofyan sudah pernah menjabat sebagai menteri ATR, diharpkan di
jabatan tahun berikutnya dapat meningkatkan kinerjanya dalam tugas dan wewenang
yang ia emban.
14. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi (PDTT): Abdul Halim Iskandar
Abdul Halim
Iskandar, M.Pd. (lahir di Jombang, 14 Juli 1962), riwayat Pendidikannya yaitu
dari tingkat dasar hingga tingkat atas (SMA) dijalani di Pondok Pesantren
Mambaul Maarif. Setelah dinyatakan lulus, ia melanjutkan pendidikan di IKIP
Yogyakarta. Selama menempuh pendidikan di “Kota Pelajar” tersebut, Halim mulai
mengasah bakat organisasinya. Dia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII). Pada tahun 1993-1997, Abdul Halim Iskandar pernah menjabat sebagai
Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Hasyim Asyari (UNHASY) Tebuireng. Ia masih
tercatat memiliki hubungan darah dengan presiden keempat RI KH Abdurrahman
Wahid (Gus Dur) sebagai paman-keponakan.
Dari jenjang
karier, ia pernah menjadi Ketua DPRD Jombang, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa
Timur, dan terakhir Ketua DPRD Provinsi Timur.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Abdul Halim Iskandar dapat dikatakan mendekati
sesuai. Selama menempuh pendidikan di “Kota Pelajar” tersebut, Halim mulai
mengasah bakat organisasinya. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan
kinerja tugas dan wewenangnya sebagai mendes PDTT.
15.
Menteri Kelautan
dan Perikanan: Edhy Prabowo
Edhy Prabowo
(lahir di Tanjung Enim, Sulsel, 26 Desember 1972). Edhy merupakan lulusan
Program Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Prof Dr Moestopo, Jakarta
(1997) Program Magister Swiss German University (2004). Jenjang karier yang
diduduki yaitu sebagai Anggota DPR RI (2014-2019) Anggota DPR RI
(2009-2014) Wakil Ketua Umum Partai Gerindra (2012-sekarang).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Edhy Prabowo mendekati sesuai. Meskipun tidak
pernah menggeluti sector bidang kelautan dan perikanan, diharapkan dengan
kelulusannya sebagai sarjana ekonomi dapat mendukung kinerjanya sebagai menteri
kelautan dan perikanan menggantikan menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti.
16. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar
Dr. Ir. Siti
Nurbaya Bakar, M.Sc. (lahir di Jakarta, Indonesia, 28
Juli 1956), ia merupakan lulusan dari Institut Pertanian Bogor (1979),
International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede,
Belanda (1988), S-3 IPB dengan Siengen University, Jerman, (1998).
Dari jenjang
karier, Siti pernah menduduki berbagai jabatan. Di Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung. Ia pernah menjabat sebagai
Kasubid Analisis Stastistik, Kasi Penelitian Fisik, Kasi Pengairan, Kasi Tata
Ruang, Kabid Penelitian, Kabid Prasarana Fisik dan Wakil Ketua Bappeda. Ia
pernah menjadi Kabiro Perencanaan di Departemen Dalam Negeri, ia juga
pernah menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem,
serta pernah menduduki posisi Menteri LHK Kabinet Kerja periode
2014-2019.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Siti Nurbaya Bakar dapat dikatakan sesuai.
Melanjutkan tugas dan wewenang di tahun sebelumnya sebagai menteri LHK,
diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas kinerja dan kewajibannya.
17. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
Syahrul
Yasin Limpo (lahir di Makassar, 16 Maret 1955). Syahrul merupakan lulusan S1,
S2 dan S3 Universitas Hasanuddin dengan jenjang karier sebagai Gubernur
Sulawesi Selatan periode 2008 hingga 2018.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Syahrul Yasin Limpo dapat dikatakan mendekati
sesuai. Meskipun belum memiliki riwayat jenjang karier di dunia pertaanian,
diharapkan Syahrul dapat bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai
menteri pertanian.
18.
18. Menteri Komunikasi
dan Informasi: Johny G Plate
Johny G
Plate (lahir di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 10 September 1956)
Johnny merupakan lulusan Universitas Atma Jaya, Jakarta dengan jenjang karier
yaitu sebagai Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan
nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank untuk periode 2014-2019.
Pada tahun 2017, Johnny dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasdem
hingga tahun 2019.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Johnny G Plate dapat dikatakan sesuai. Dengan
segala pengalamannya, diharapkan dapat mendorong kinerjanya dalam bertugas di
tugas dan wewenangnya saat ini.
19.
Menteri
Perhubungan: Budi Karya Sumadi
Ir. Budi
Karya Sumadi (lahir di Palembang, 18 Desember 1956). Budi merupakan lulusan
Universitas Gadjah Mada Jurusan Arsitektur (1981) dengan jenjang karier yaitu
pernah menjadi Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol
Tbk. (2004-2013), Direktur Utama PT. Jakarta Propertindo (2004-2013),
Direktur Utama Angkasa Pura II (2015-2016), dan juga pernah sebagai
Menteri Perhubungan Indonesia (2016-2019), dan Menteri Perhubungan Indonesia
(2019-sekarang).
Dari segi
jenjng karier dan pendidikan, Budi dapat dikatakan sesuai. Pengalaman tahun
sebelumnya sebagai menteri perhubungan, diharapkan dapat diteruskan segala
kinerja yang dilakukan.
20.
Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR): Basuki Hadimuljono
Ir. Mochamad
Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. (lahir di Surakarta, 5 November 1954) Basuki
merupakan lulusan Program Sarjana Teknik Geologi Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta (1979) Program Magister dan Doktor Teknik Sipil di Colorado State
University, Amerika Serikat (1989) dengan jenjang karier yaitu sebagai Kepala
Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007) Direktur Jenderal Penatan Ruang
(2013-2014) Menteri PUPR (2014-2019).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Basuki Hadimuljono dapat dikatakan sesuai.
Dengan karier sebelumnya yang juga menjabat sebagai menteri pupr, diharapkan
dapat meneruskan segala pekerjaan yang dilakukan dan akan dilakukan untuk
meningkatkan kinerja dalam bidang PUPR.
21.
Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM): Arifin Tasrif
Arifin
Tasrif (lahir di Jakarta, 19 Juni 1953), ia merupakan lulusan dari
SMP Kanisius (1965-1968) SMA Yayasan Pendidikan Harapan, Medan (1968-1971)
Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (1971-1977). Dari segi jenjang karier,
ia pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jepang (2017-2019),
pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, PT
Pupuk Sriwijaya dan PT Petrokimia Gresik. Arifin juga memiliki
prestasi Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering
Organization).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan serta prestasi yang pernah dicapai, Arifin Tasrif
dapat dikatakan sesuai. Hubungannya dengan Negara lain (Jepang) memungkinkan
adanya peningkatan ESDM Indonesia. Selain itu, dengan adanya jenjang karier dan
pendidikan serta prestasi yang didapat, diharapkan dapat menjadi ilmu serta
pacuan untuk meningkatkan embanan tugas sebagai menteri ESDM.
22.
Menteri
Perdagangan: Agus Suparmanto
Agus
Suparmanto, lahir di Jakarta, 23 Desember 1965. Agus memiliki jenjang karier
sebagai ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia
(IKASI) masa jabatan 2014-2018 dan 2018-2022. Agus merupakan Direktur Utama PT
Galangan Manggar Biliton (GMB) yang beroperasi di Bangka Belitung. Pada 2016,
GMB mempunyai proyek pembangunan dok kapal di Manggar yakni tepatnya di pinggir
aliran sungai Manggar, Belitung Timur yang dikerjakan dengan menggandeng anak
usaha PT Timah Tbk, yaitu PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK).
Dari segi
jenjang karier, Agus Suparmanto dapat dikatakan mendekati sesuai. Dengan
menjabat sebagai direktur utama proyek pembangunan kapal, diharapkan dapat
meningkatkan kualitas sector perdagangan di Indonesia. Namun, kompas.com tidak
memberikan jenjang pendidikan Agus Suparmanto yang memiliki kemungkinan jenis
bidang kelulusan yang ia ambil sesuai atau tidak dengan jabatannya sebagai
menteri perdagangan. Untuk posisi Menteri Perdagangan, Agus mengaku diminta
membantu Presiden Jokowi untuk menggenjot ekspor dan neraca perdagangan
Indonesia terhadap negara lain.
23. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
Dr. Agus
Gumiwang Kartasasmita, M.Si. (lahir
di Jakarta, Indonesia, 3 Januari 1969) dengan latar
belakang pendidikan yaitu Program Doktor Ilmu Pemerintahan Universitas
Padjajaran, Bandung (2010-2012) Program Pascasarjana Magister Administrasi
Publik Universitas Pasundan, Bandung (2007-2009) Bachelor of Science Commercial
di Pacific Western University, AS (1991-1994)
Dari jenjang
karier, ia pernah menjadi Anggota DPR/MPR RI 1999-2004, Wakil Ketua Komisi I
DPR/MPR RI 2009-2014, Anggota DPR/MPR RI 2014-2019, Sekretaris Fraksi Partai
Golkar DPR RI (2017-2019), dan pernah menjadi Menteri Sosial (Agustus 2019)
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, meskipun ia bukan merupakan lulusan dari bidang
perindustrian, diharapkan ia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik
dan memiliki kinerja yang baik dalam perindustrian Indonesia karena
sektor industry di Indonesia sangat banyak dan bagus untuk meningkatkan
pendapatan Indonesia.
24. Menteri Tenaga Kerja: Ida Fauziah
Ida Fauziah
(lahir di Mojokerto, 16 Juli 1969). Ida merupakan lulusan Program Sarjana di
Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya (1993) dengan jenjang karier sebagai
anggota DPR pada tahun 1999-2018 dan wakil ketua umum DPP PKB Bidang Kesra dan
Perekonomian (2019-2024).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Ida Fauziyah dapat dikatakan mendekati sesuai.
Ida saat ini menduduki jabatan dibidang kesejahteraan rakyat dan perekonomian
yang kemungkinan diharapkan dapat mendukung jalannya tugas dan wewenang sebagai
menteri tenaga kerja. Namun, Ida Fauziyah juga merupakan salah satu dari 4
menteri Jokowi yang pernah diperiksa oleh KPK.
25. Menteri Sosial: Juliari Batubara
Juliari
Peter Batubara (lahir di Jakarta, 22 Juli 1972), ia adalah
lulusan dari Riverside City College USA (1991-1995) Bussiness Administration
with minor in Finance, Chapman University USA (1995-1997). Dari segi jenjang
karir, ia pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Masyarakat Pelumas Indonesia
(MASPI) (2018-2004) Anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan (2008)
(2003-2011) dan Ketua IV Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB PERBASI
(2002-2004).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Juliari Batubara bukan merupakan lulusan yang
dapat dikatakan sesuai dengan Menteri Sosial. Tetapi diharapkan jabatan yang ia
dapat dilaksanakan dengan adil dan bertanggung jawab serta menghasilkan
kinerja yang baik.
26. Menteri Kesehatan: dr Terawan
Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan
Agus Putranto, Sp.Rad(K) (lahir di Sitisewu, Yogyakarta, 5
Agustus 1964). Terawan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas
Gajah mada tahun 1990. S2, Spesialisasi Radiologi di Universitas Airlangga,
Surabaya, pada tahun 2004. S3, Doktor Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar
pada tahun 2013. Jenjang karier yaitu salah satunya sebagai i Tim Dokter
Kepresidenan pada tahun 2009 dan pernah menjabat sebagai Kepala RSPAD
Gatot Subroto tahun 2015.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Terawan dapat dikatakan sesuai. Dengan jenjang
karier dan pendidikan yang dicapai serta cita-cita yang memang ingin ia capai
sedari dulu, diharapkan dapat mendorong kinerjanya dalam dunia kesehatan.
27. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
Nadiem Anwar
Makarim, B.A., M.B.A. (lahir di Singapura, 4 Juli 1984). Dari
latar belakang pendidikannya, Nadiem menjalani proses pendidikan SMA
berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Salah satunya di United World
College of Southeast Asia, S1: Hubungan Internasional Brown University, Amerika
Serikat (AS), dan S2: Master of Business Administration Harvard Business
School, Amerika Serikat (AS).
Dari segi
jenjang karier, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen
di McKinsey & Company (2006-2009), menjadi Co-Founder dan
Managing Director Zalora Indonesia (2011-2012), Chief Innovation Officer
Kartuku (2013-2014), mendirikan Gojek pada 2010 dan kini Gojek sudah menjadi
salah satu dari 19 decacorn di dunia.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan Nadiem Makarim dapat dikatakan sesuai. Disamping
karena jenjang pendidikan yang baik dan mendukung, ia juga dapat menjadi figure
kawula muda dalam dunia pendidikan dengan keberhasilannya menjadi seorang CEO
Gojek. Meskipun ia bukan dari sector pendidikan, namun ia mengerti apa yang
terjadi di masa depan karena memang dunia Nadiem Makarim berada dalam dunia teknologi
yang berperan besar dalam efisiensi, efektifitas, kualitas maupun administrasi
dalam dunia pendidikan.
28. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
Sri Mulyani
Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26
Agustus 1962) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang
menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Latar Belakang Pendidikan
Sri Mulyani adalah lulusan dari sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia,
serta lulusan pendidikan S2 dan S3 di Amerika Serikat. Tepatnya di University
of lllinois Urbana Champaign dengan gelar Master of Science of Policy Economics
(1990) dan Ph.D. of Economics (1992).
Jabatan di
pemerintahan,Sri Mulyani ditunjuk untuk menjadi menteri keuangan pada tahun
2005-2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun 2010, Sri
Mulyani ditunjuk menjadi salah satu dari tiga Direktur Pelaksana Bank
Dunia. Dan pada tahun 2016, Sri Mulyani dipulangkan oleh Presiden Joko
Widodo untuk kembali menjadi Menteri Keuangan.
Dari segi
jenjang pendidikan, karier dan jabatan di pemerintahan, Sri Mulyani dapat
dikatakan sesuai. Dengan pengalaman dan prestasi sebelumnya sebagai menteri
Keuangan baik di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Presiden Joko
Widodo dapat menjadi harapan untuk dapat meningkatkan pendapatan Indonesia
lebih besar lagi.
29. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laoly
Prof. Yasonna
Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. (lahir di Sorkam, Tapanuli
Tengah, 27 Mei 1953). Ia merupakan lulusan dari Sarjana Fakultas
Hukum USU (1978), Master Virginia Commonwealth University (1986), Doktor North
Carolina University (1994), Internship in Higher Education Administration
Roanoke College, Salem Virginia, USA 1983-1984.
Dari segi jenjang karier, ia pernah menjadi Pengacara &
Penasehat Hukum (1978-1983), pembantu dekan Fakultas Hukum Universitas HKBP
Nommensen (1980-1983). Dekan Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen
(1998-1999), Asisten Riset Departemen Sosiologi and Antropologi di NCSU. Dari
segi karier politik, salah satunya ia pernah menjadi anggota DPR
RI mewakili PDI Perjuangan dari wilayah Sumatra Utara I, dan juga menjadi
Menteri Hukum dan HAM di Kabinet Kerja 2014-2019.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Yasonna Laoly dapat dikatakan sesuai, walaupun
semasa jabatan sebelumnya sebagai Menteri hukum dan HAM memiliki konflik dengan
kepentingan partai politik asalnya, juga dengan surat mengundurkan dirinya
sebagai Menteri hukum dan HAM untuk menjadi anggota DPR RI tapi kemudia ia
mengundurkan diri juga dari anggota DPR tersebut. seharusnya ia tidak berla.
Dengan pengalaman sebelumnya menjadi menhum dan ham, diharapkan dapat
melanjutkan program kerja dan meningkatkan kinerjanya.
30. Menteri Agama: Jenderal Fachrul Razy
Jenderal TNI (Purn.)
Fachrul Razi (lahir di Banda Aceh, Aceh Darussalam, 26 Juli 1947).
Fachrul diketahui merupakan lulusan Akademi Militer pada tahun 1970. Posisi
tertinggi yang pernah di duduki adalah Wakil Panglima TNI pada 1999-2000.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Gubernur Akmil (1996-1997), Asisten
Operasi Kasum ABRI (1997-1998), Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999), dan
Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan untuk menjabat sebagai Menteri Agama, Fachrul
Razi dapat dikatakan kurang sesuai. Fachrul tidak memiliki latar belakang
pendidikan agama sebagaimana seharusnya seorang menteri agama. Juga tidak
memiliki jenjang karier yang seharusnya dimiliki oleh Menteri agama.
31. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi
Retno
Lestari Priansari Marsudi (lahir di Semarang, Jawa
Tengah, 27 November 1962). Latar belakang Pendidikan yang ia tempuh
yaitu S1 Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, S2 Hukum Uni Eropa, Haagse
Hogeschool, Belanda. Studi hak asasi manusia di Universitas Oslo. Dari segi
jenjang karier yang pernah diduduki yaitu, Duta Besar Indonesia untuk Norwegia
dan Islandia (2005), Direktur Jenderal Eropa dan Amerika, yang bertanggung
jawab mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara di Eropa dan Amerika, Duta
Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda (2012), Menteri Luar Negeri Indonesia
ke-17 (2014).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Retno Marsudi dapat dikatakan sesuai. Dengan
segala pengalaman dalam bidang keluar negerian, diharapkan dapat terus
meningkatkan kinerja dalam tugas dan wewenangnya
32. Menteri Dalam Negeri: Jenderal (Pol) Tito Karnavian
Jenderal
Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito
Karnavian, M.A., Ph.D. (lahir di Palembang, Sumatra
Selatan, 26 Oktober 1964). Tito merupakan lulusan Pendidikan Master
Ilmu Kepolisian di University of Exeter, Inggris (1993), Perguruan
Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta (1996), Royal New Zealand Air Force
Command & Staff College, Auckland, New Zealand (1998), Massey University,
New Zealand (1998).
Dari segi
jenjang karier yang pernah ia tempati adalah sebagai Kapolda Metro Jaya
(2015-2016), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2016),
Kapolri (2016-2019) dengan penghargaan yang pernah dicapai yaitu Adhi Makayasa
(1987), Bintang Wiyata Cendekia (1996), Bintang Seroja (2011).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan serta penghargaan yang pernah didapat, Tito
Karnavian dapat dikatakan sesuai. Dengan hal tersebut diharapkan dapat
mengemban tugas sebagai menteri dalam Negeri secara adil dan bertanggung jawab.
33.
Menteri Sekretaris
Negara: Pratikno
Prof. Dr.
Drs. Pratikno, M.Soc.Sc. (lahir di Bojonegoro, Jawa
Timur, Indonesia, 13 Februari 1962). Dari latar belakang
Pendidikannya, Praktikno adalah lulusan S1(Drs.) Ilmu Pemerintahan,Fak. Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, UGM. S2, M.Soc.Sc. in Development Administration,
Birmingham University, UK. S3, Ph.D. in Political Science, Flinders University,
Australia. Dan S3, Ph.D. in Political Science, Flinders University, Australia.
Dari segi
Jenjang karier yang pernah ia duduki yaitu sebagai Dekan Fisipol Universitas
Gadjah Mada (2008-2012), Rektor Universitas Gadjah Mada (2012-2014). Ia
sebelumnya pernah menjadi Menteri Sekretaris Negara ke-16 pada masa
presiden Joko Widodo.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Pratikno dapat dikatakan sesuai. Mengingat
pengalaman beliau yang sudah pernah menjadi Menteri Sekretaris Negara yang
diharapkan untuk selanjutnya dapat meningkatkan kinerja tugas dan wewenangnya.
34.
Menteri Pertahanan:
Prabowo Subianto
Letnan
Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir
di Jakarta, 17 Oktober 1951) adalah
seorang politisi, pengusaha, dan perwira tinggi militer Indonesia.
Latar belakang Pendidikan masa kecilnya ditempuhnya di Malaysia, Swiss, dan
Amerika Serikat. Akademi Militer (Akmil) Magelang (1969-1974).
Dari segi
jenjang karier, ia pernah menjadi Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996),
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998), Panglima Komando Cadangan
Strategi TNI Angkatan Darat (1998), Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan
Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Periode 2001-2011, kemudian dalam karier
politiknya, ia adalah Pendiri Partai Gerindra, 2008, calon presiden tahun 2004,
2014, dan 2019.
Dari segi jenjang
karier dan pendidikan, Prabowo dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalaman
di bidang pertahanan (akmil), diharapkan dapat meningkatkan kinerja pertahanan
Indonesia untuk kedepannya.
35. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut B
Pandjaitan
Jenderal TNI (HOR)
(Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. (lahir di Simargala, Huta
Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatra Utara, 28 September 1947).
Luhut merupakan lulusan Masters in Public Administration, George Washington
University, Washington DC, Amerika Serikat. National Defense University,
Amerika Serikat.
Dari segi
karier yaitu sebagai Duta Besar RI untuk Singapura (1999-2000), sebagai Menteri
Perindustrian dan Perdagangan (2000-2001), Kepala Staf Kepresidenan
(2014-2015), Menko Polhukam (2015-2016), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
(2016-2019).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Luhut Binsar Pandjaitan dapat dikatakan sesuai.
Dengan segala pengalaman kariernya, diharapkan dapat mampu meneruskan program
pekerjaannya untuk meningkatkan kinerjanya di kementrian bidang kemaritiman dan
investasi.
36. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan: Muhadjir Effendy
Prof. Dr. Muhajir
Effendy, M.A.P. (lahir di Madiun, Jawa Timur, 29
Juli 1956). Latar belakang pendidikannya yaitu lulusan Sarjana Muda, Fak.
Tarbiyah IAIN MALANG, Sarjana Pendidikan Sosial di Univeristas Negeri Malang,
S-2: Program Magister Adminsitrasi Publik (MAP), Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta, S-3: Program Doktor Ilmu-Ilmu Sosial, Pascasarjana Universitas
Airlangga Surabaya.
Dari segi
jenjang kariernya, pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah
Malang tiga periode yaitu tahun 2000–2016, Ketua Pimpinan Pusat
Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, juga pernah menjadi Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-28 pada Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf
kalla yang menjabat sejak 27 Juli 2016 menggantikan Anies Baswedan.
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Muhadjir Effendy dapat dikatakan mendekati
sesuai. Meskipun beliau belum memiliki pengalaman dalam bidang pembangunan
manusia, namun diharapkan dengan jabatan barunya dapat dijalankan dengan
tanggung jawab sehingga dapat meningkatkan kinerjanya.
37. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
Ir. Airlangga
Hartarto, M.B.A., M.M.T. (lahir di Surabaya, Jawa
Timur, 1 Oktober 1962) adalah seorang Ketua Umum Partai
Golkar berkebangsaan Indonesia. Airlangga Hartarto pernah menjabat
sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin pada
perombakan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Airlangga
merupakan lulusan Master of Business Administration (MBA) Monash University
Melbourne, Australia (1997) dengan jenjang karier yaitu sebagai Menteri
Perindustrian (2016-2019) dan Ketua umum partai golkar (2017-sekarang).
Dari segi
jenjang karier dan pendidikan, Airlangga Hartanto dapat dikatakan sesuai.
Dengan pengalaman sebelumnya sebagai menteri perindustrian dapat dijadikan
dorongan dalam meningkatkan kinerjanya di bidang perekonomian Indonesia.
38. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Mahfud
MD
Prof. Dr. Mohammad
Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P. (lahir di Sampang, Madura,
Jawa Timur, 13 Mei 1957) adalah politisi, akademisi dan hakim
berkebangsaan Indonesia. Latar Belakang Pendidikan Mahfud adalah lulusan dari
Sarjana Hukum Tata Negara, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Magister Ilmu Politik, Doktor Ilmu Hukum Tata Negara di Universitas Gadjah
Mada (UGM), dan Profesor Hukum Tata Negara di Universitas Islam
Indonesia, Yogyakarta.
Dari Segi
Jabatan di pemerintahan, Mahfud pernah menjadi Menteri Kehakiman (2000–2001),
Setelah menapaki karir sebagai menteri, Mahfud masuk ke dunia politik. Awalnya,
dia tergabung dalam Partai Amanat Nasional (PAN), dan kemudian pindah ke Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB). Mahfud terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2004-2008
untuk Fraksi PKB. Ia ditempatkan di Komisi III DPR RI. Mahfud juga tercatat
sebagai Anggota Tim Konsultan Ahli pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN).
Dan juga pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi Republik
Indonesia (2008–2013).
Dari segi latar
belakang pendidikan dan jabatan, Mahfud Md dapat dikatakan sesuai.
Pengalamannya dalam bidang politik dan hukum dapat mendorongnya untuk
meningkatkan kinerja di Kementrian Koodinator Politik Hukum dan Keamanan.
Referensi:
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191021075434-32-441381/daftar-lengkap-menteri-kabinet-indonesia-maju-jokowi

Komentar
Posting Komentar